Situs Cerita Sex Dewasa




Pesta Sex
Keluarga Maniak Sex
Namaku Andrie. Dan pacarku Yuni.
Aku baru berkenalan dengannya
sekitar 2 bulan. Waktu awal
kenalan,aku tidak pernah mampir
kerumahnya. Kami hanya bertemu
diluar saja dan ngobrol-ngobrol saja.
Tapi lantaran perasaan kami yang
semakin akrab,maka suatu kali aku
mampir juga kerumahnya, sekaligus
berkenalan dengan keluarganya. Yuni
punya seorang ibu tiri yang umurnya
sekitar 38 tahun dan dua orang
kakak perempuan,yang tertua
namanya Linda, umurnya 28 tahun
dan yang nomor dua namanya Shinta
umurnya 26 tahun. Walaupun ibunya
ibu tiri,tapi sangat baik. Mereka
tinggal 3 orang satu rumah. Sedang
kakaknya yang pertama sudah
menikah,belum punya anak dan
tinggal ditempat lain. Hubungan
mereka sekeluarga sangat akrab.
Keluarganya ramah terhadapku.
Waktu kedatanganku yang pertama
aku cuma duduk bdiruang
tamu.Kedatanganku yang selanjutnya
aku sudah biasa aja dirumahnya. Aku
sudah bisa masuk keruangan yang
lainnya. Suatu kali aku masuk
kekamar Yuni,didalam kami ngobrol-
ngobrol aja. Jarak antara kami makin
dekat. Kupegang
tangannya,kemudian perlahan-lahan
kudekatkan wajahku
kepadanya.Kami saling
berciuman.Kulumat bibirnya yang
berwarna kemerah-merahan dan
Yuni membalas ciumanku. Cukup
lama kami berciuman dan aku tidak
berani menyentuh bagian yang lain.
Sehabis itu kami main Play Stasion.
Minggu berikutnya aku main lagi ke
rumah Yuni. Waktu itu kakaknya
yang no.2 yaitu Shinta ada
dirumah.Dia tidak masuk
kerja.Setelah basa basi dengan
kakaknya aku masuk kekamar
Yuni.Didalam seperti biasa setelah
kami ngobrol-ngobrol sedikit aku
mendekati Yuni. Kami kembali
berciuman,aku meremas
tangannya,kemudian ciumanku
menyusuri lehernya yang putih
bersih.Nafas Yuni terdengar agak
terengah-engah.Aku meneruskan
ciumanku dengan meremas dadanya
yang indah.kemudian satu persatu
kancing bajunya
kutanggalkan,sampai dia hanya pakai
BH saja. BH nya yang berukuran 36B
itupun kutanggalkan.
Payudaranya yang sekal dan indah
itu pun habis kuciumi.Sementara
tanganku meremas-remas dengan
lembut payudaranya itu.Kemudian
puting payudaranya yang berwarna
agak kecoklatan kuhisap dan
kujilati.Yuni makin menderu
nafasnya.Aku terus asyik menghisap
payudaranya yang sekal itu.Tapi
secara tiba-tiba aku melirik ke pintu
yang sedikit terbuka,disitu kulihat
shinta berdiri termangu.Aku segera
menghentikan gerakanku.
Shinta kemudian masuk kekamar
Yuni.Tapi Yuni cuek saja melihat
kakaknya masuk kedalam
kamarnya.Dia tidak berusaha
menutupi tubuhnya.Malah
membiarkan saja tubuhnya dalam
keadaan terbuka.Aku tentu saja
merasa grogi.Aku takut Shinta marah
kemudian melarangku main
kerumahnya lagi.Tapi Shinta tidak
marah malah tersenyum melihat aku
yang salah tingkah.Kemudian Shinta
bicara:
“Kamu mau kubuatkan teh Andrie?”
“Ya mbak,boleh ….eh..terima
kasih…”jawabku agak gugup.
Dalam hati aku merasa senang
karena Shinta tidak marah
padaku.Kemudian aku keluar dari
kamar dan Yuni memakai bajunya
tanpa mengenakan BH lagi.Masih
kelihatan payudaranya yang montok
itu dibungkus baju kaos yang
tipis.Aku diruang tamu ngobrol-
ngobrol saja bersama Yuni dan
kakaknya.Shinta sama sekali tidak
menyinggung kejadian tadi,dan
bicara hal-hal lain.
Minggu berikutnya aku kembali
datang kerumah Yuni.Setelah
ngobrol-ngobrol dengan kakaknya
Shinta,aku kembali masuk kekamar
Yuni.Didalam kami kembali
berciuman.Aku mencium bibir Yuni
yang harum.Yuni membalas
ciumanku.Berbeda waktu
kemarinnya,kali ini Yuni agak
agresif.Dia mencium bibirku dengan
ganasnya. Aku juga semakin berani
membuka pakaian Yuni,sehingga dia
hanya memakai celana dalam
saja.Aku segera menyapu lehernya
yang jenjang dan putih bersih.Yuni
terlihat menggelinjang membuat aku
semakin bersemangat.Nafasnya
mulai terengah-engah.Ciumanku
terus kearah dadanya yang
montok.Aku menghisap puting
payudaranya.Sungguh sangat enak
rasanya.Aku menghisap puting
payudaranya bergantian.Yuni makin
terengah-engah.
Lalu aku membuka celana
dalamnya,sehingga sekarang dia
tidak memakai pakaian sehelai
benangpun. Aku menjilati pahanya
yang putih mulus.Jilatanku terus naik
kearah vagina Yuni yang
memancarkan hawa harum dan
wangi.Aku menjilat klitorisnya yang
sebelumnya aku menyibakkan
bulunya yang belum begitu
lebat.Lama aku menghisap
klitorisnya.Sampai aku merasakan
cairan yang khas,mungkin dia sudah
semakin teransang.
Yuni lalu mendorongku,sehingga aku
berada dalam posisi telentang. Dia
langsung mengarahkan bibirnya yang
mungil ke penisku.Wahhh…enak
sekali … Yuni mengulum dan
menghisap penisku .Aku semakin
terengah-engah.Yuni pun semakin
semangat mendengar desahan
nafasku. Lalu aku mendorong Yuni
dengan lembut agar dia segera
telentang.Yuni pun mengerti dengan
keinginanku. Penisku kuarahkan
kearah vagina Yuni dan
memasukkannya dengan perlahan-
lahan.Yuni menjerit tertahan begitu
penisku masuk semua kedalam
vaginanya.Aku mengangkat pantatku
perlahan-lahan,dan
memasukkannya.Begitu seterusnya
aku lakukan,memaju-mundurkan
pantatku.Yunipun kelihatan sangat
menikmatinya.
Lalu aku mengangkat kaki kiri Yuni
dan tetap aku menggoyang
pantatnya yang montok.Sampai
akhirnya dia menjerit dengan suara
yang agak keras.Dan akupun
merasakan cairan hangat yang
membasahi penisku didalam
vaginanya.Rupanya Yuni sudah
keluar.Sementara aku nampaknya
masih lama untuk mencapai puncak
orgasmeku. Tiba-tiba aku dikejutkan
suara yang sudah aku kenal.
“Wah..kamu kuat juga ya Andrie…”
Rupanya itu suaranya Shinta kakak
Yuni.Rupanya dia sudah dari tadi
berdiri dibelakangku memperhatikan
apa yang kuperbuat bersama dengan
adiknya.Aku sangat kaget sekali,dan
mencabut penisku yang masih
tegang dari vagina Yuni.Kupikir tadi
Yuni sudah mengunci pintu kamar.
Shinta segera menghampiri kami
berdua.Kulihat Yuni cuek saja dan
masih menikmati puncak
orgasmenya. Shinta duduk disamping
kami dan memperhatikan punyaku
yang masih tegang.Sementara aku
sendiri masih jauh dari puncak
orgasmeku.Melihat situasinya seperti
itu aku jadi memberanikan diriku
meraih tangan Shinta.Kutarik lembut
tangannya dan aku segera melumat
bibirnya yang lembut.Sementara
tanganku langsung meremas-remas
payudaranya.Sekilas aku melirik Yuni
dan kulihat dia tersenyum melihat
yang kuperbuat dengan
kakaknya.Dia bilang,
“Nah…sekarang giliran saya yang
nonton kakak ya…?”
Shinta hanya menjawab dengan
tersenyum saja.Nampaknya Yuni
ingin aku berbuat yang sama dengan
kakaknya.
http://www.ceritakita.hexat.com
Tanganku terus saja meremas-remas
payudaranya dari luar.Aku segera
melepaskan semua pakaian yang
menempel ditubuhnya,sampai dia
tidak mengenakan pakaian selembar
benangpun alias bugil,seperti Yuni.
Aku terus melumat bibirnya. Shinta
pun tidak kalah membalas
ciumanku.Ciumanku terus turun
kelehernya yang putih bersih.Shinta
mengelinjang membuat aku semakin
bersemangat saja.Aku terus
menciumi payudaranya yang
montok,mungkin ukurannya ada
sekitar 36,aku tidak tahu persis tapi
sama dengan ukurannya si Yuni.
Aku menghisap puting payudaranya
dengan lahap.Aku kembali melirik
Yuni dan melihat dia tersenyum
manis padaku.Aku jadi semakin
bersemangat saja.Sementara Shinta
terus saja menggelinjang
keenakan.Aku terus saja menghisap
puting payudara Shinta.Sementara
tangan kiriku meraba-raba
selangkangan Shinta.Aku merasakan
bulu-bulu vaginanya yang
lembut.Ciumanku terus kuturunkan
kedaerah vaginanya.Aku menjilati
klitoris Shinta dan Shinta terus saja
menggelinjang.Aku merasakan cairan
yang khas dari vaginanya,tapi aku
yakin dia belum orgasme.
Aku lalu mendekatkan penisku
kedalam mulut Shinta dan diapun
melumat penisku dan
menghisapnya.Sungguh sangat enak
sekali.Lama Shinta menghisap
penisku yang sudah sangat tegang
sekali.Aku hampir tidak tahan lagi.
Aku menyuruh Shinta supaya
menungging.Aku lalu mengatur
posisiku di belakang Shinta.Perlahan-
lahan aku memasukkan penisku
kedalam vaginanya.Tapi sebelum aku
memasukkan penisku,Yuni bergerak
mendekatiku dan tangannya
menggenggam penisku.
“Biar kumasukin Ndrie…,”katanya.
Tapi sebelum itu dia masih sempat-
sempatnya menghisap
penisku.Setelah itu dia mengarahkan
penisku ke kemaluan kakaknya.Dia
tersenyum padaku.Shinta juga
tersenyum padaku.Aku semakin tidak
tahan dan segera memasukkan
penisku ke vagina Shinta.shinta
menjerit tertahan,
“Ahh…Andrie…punyamu enak
sekhali…shayang…”
Aku semakin bersemangat
menggoyangkan pantatku.Sementara
Yuni duduk disampingku.Aku segera
meraih tangan Yuni dan aku bilang,
“Yun, sini payudaramu aku hisap…”
Yuni segera menyodorkan
payudaranya kemulutku.Jadi
sementara aku menggoyang
Shinta,mulutku menghisap
payudaranya Yuni.Shinta semakin
histeris menjerit-jerit keenakan
kugoyang vaginanya dari
belakang.Aku lalu menyuruh Yuni
berdiri dan mengarahkan
selangkangannya ke mulutku.Aku
kembali menjilati klitoris Yuni.Yuni
terdengar menjerit-jerit keenakan
seperti kakaknya.
Tak lama tubuh Shinta
menegang.Agaknya dia sudah mau
keluar.Benar saja tak lama aku
merasakan cairan hangat membasahi
penisku yang masih menancap di
vaginanya.Yuni juga masih menjerit-
jerit.Aku lalu berdiri dan
mengarahkan penisku yang masih
tegang ke kemaluan Yuni yang
berada dalam posisi berdiri dari
depan.Aku mengangkat kaki Yuni
dan meletakkan kakinya di pinggir
tempat tidur.Aku memasukkan
penisku kedalam vagina Yuni dari
depan dan kugoyang-goyang,maju
mundur.
Yuni kembali mendesah-desah,
“…Ahh…Andrie…kamu pintar juga
juga pake gaya berdiri seperti dalam
film …ahhh…akh..”mulutnya terus saja
menceracau.
Aku terus saja
menggoyangnya,sementara mulutku
tidak berhenti menciumi payudaranya
yang montok kiri kanan bergantian
dan juga menghisapnya
bergantian.Yuni semakin melayang-
layang kenikmatan saja.Tak lama
aku juga sudah ingin keluar.Tapi
sebelum aku keluar,Yuni sudah keluar
duluan dan badannya mendadak jadi
lemas.Aku segera mencengkram
pantatnya dan memeluk
tubuhnya.”Akh…”akhirnya kau keluar
juga dengan perasaan yang
melayang-layang. Spermaku
membasahi vagina Yuni.Aku tidak
kuat lagi menahan tubuh Yuni dan
membiarkan dia terduduk dan
akhirnya penisku pun tercabut dari
vaginanya.
Shinta yang dari tadi
memperhatikan,kembali
mendekatkan kepalanya ke penisku
dan menjilati sisa sperma yang masih
menempel disana.Yuni pun tidak
ketinggalan,juga menghisap penisku
dan menjilati sisa sperma yang masih
menempel disana.Kedua kakak
beradik tadi masih dengan lahap
menghisap penisku bergantian.
Akhirnya kami bertiga terbaring
lemas.Aku berada ditengah-tengah
mereka.Tanganku masih saja
bergantian meremas-remas payudara
Yuni dan Shinta bergantian.Mereka
juga masih menikmati remasan
tanganku di payudaranya.Kami sama-
sama menarik nafas panjang.Lama
kami terdiam.
Tiba-tiba kami dikejutkan teriakan
suara panggilan.
“Shinta,Yuni kalian dimana? Ini mbak
Linda datang nih…kok nggak ada
yang menyahutin?”
Rupanya kakaknya yang tertua
datang.Shinta lalu berdiri dan berkata
pada Yuni,
“Yun,biar mbak saja yang menemuin
mbak Linda,kayaknya dia sendirian
saja kesini.Suaminya kayaknya
nggak ikut tuh…”
Lalu tanpa pakaian sehelai
benangpun Shinta berdiri dan jalan
keluar kamar.Aku kaget dan
bertanya pada Yuni,
“Yun,kalau ketahuan mbak Linda
bagaimana nih…?”kataku agak
cemas.
Tapi Yuni hanya tersenyum saja dan
mengecup bibirku sebagai
jawabannya. Sementara diluar
kamar,mbak Linda sangat terkejut
melihat adiknya Shinta
menyambutnya tanpa busana sehelai
benangpun.
“Shinta…kamu ngapain..?Kok nggak
pake pakaian…?”tanya mbak Linda.
Tapi Shinta cuma tersenyum saja dan
berkata,
“Nggak apa-apa kok mbak…Mbak
nggak usah banyak tanya deh…”
sambil tangannya menggandeng
tangan kakaknya kekamar Yuni.
Sesampai dikamar Yuni,mbak Linda
kelihatan terkejut melihatku dan Yuni
juga tanpa pakaian.Shinta segera
menjelaskan,
“Mbak,itu Andrie pacarnya Yuni…
Mbak udah kenal kan?”kata Shinta.
Sementara aku masih agak
cemas,takut kalau-kalau mbak Linda
marah besar.Tapi rupanya Yuni
mengerti perasaanku.Dia berkata
pada Linda,
“Mbak ayo duduk disini,ngapain
berdiri disitu.Apa mbak nggak pingin
merasakan punya Andrie yang
perkasa ini..?Bukankah Mbak dulu
bilang kalau nggak pernah puas
kalau main sama suami mbak…?”
Mulanya mbak Linda ragu-ragu.Tapi
Shinta segera menarik tangan
kakaknya dan mengajaknya duduk
didekatku yang juga sama-sama
bugil dengan adik-adiknya.Akhirnya
mbak Linda duduk juga
didekatku.Shinta berkata,
“Ayo Andrie…kita teruskan,nih
kakaknya Yuni yang paling tua udah
datang.Dia nggak pernah puas kalau
main.Mungkin kamu ketemu lawan
tangguh…,”kata Shinta bercanda.
Mbak Linda dan Yuni kulihat hanya
tersenyum saja.
“Sekarang aku dan mbak Shinta
cuma nonton aja,kamu main sama
mbak Linda…habis kami capek
sih…”kata Yuni dengan manjanya.
Akupun nggak jadi takut dan ikut
tersenyum.Aku jadi berani dengan
situasi seperti ini.Aku merasa seperti
diberi lampu hijau. Aku langsung saja
mengarahkan tanganku ke payudara
Linda dan meremas-remas
payudaranya dari luar
pakaiannya.Linda hanya tersenyum
saja aku perlakukan begitu.Aku
segera melumat bibirnya dan Linda
membalasnya juga dengan
ganasnya. Nampaknya dia benar-
benar membutuhkan seks.Aku
semakin senang.

Aku segera melucuti pakaian yang
dikenakan Linda,sampai dia tidak
memakai pakaian sehelai benangpun
seperti adik-adiknya. Aku merasa
kaget juga,karena payudaranya
mbak Linda lebih besar dibandingkan
payudara adik-adiknya. Terus terang
aku sangat senang dengan ukuran
payudaranya yang besar itu.Aku
segera menciumi payudaranya
bertubi-tubi dan bergantian,maklum
nafsu seksku mulai bangkit lagi.Linda
sudah mulai terengah-engah
menghadapi seranganku.Aku kembali
melumat bibir mbak Linda yang
indah.Mbak Linda juga kembali
membalas ciumanku dengan
bernafsu.
Sementara itu aku juga melirik Shinta
dan Yuni dan mereka cuma
tersenyum menatapku sambil
mengelus-elus vaginanya masing-
masing. Ciuamanku kembali
kuarahkan keleher Linda yang putih
bersih.Dan terus kuturunkan ke
payudaranya yang montok.
payudaranya kuciumi bergantian dan
puting payudaranya kuhisap dengan
lahap.Lama aku menghisap
payudaranya.Linda berkata,
“akh…Andrie…terus hisap…
sayhang..enakh..sekali.t erus sayang…
kamu sekarang jadi bayi…ya….terus
hisap payudara Mbak…
sayang…?”katanya menceracau.
Aku nggak peduli dengan rintihan
dan erangan mbak Linda.Malah aku
semakin bersemangat saja.Ciumanku
kuturunkan keperutnya yang putih
dan ramping dan terus turun
kepahanya yang mulus.Pahanya
kujilatin sampai basah
semua.Jilatanku kunaikkan ke sela-
sela pahanya yaitu ke vaginanya.
“Akh…apa ini Andrie…ohhh..terus
Andrie…”kata mbak Linda.
Kayaknya dia juga tidak peduli lagi
dengan sekitarnya.
Aku menjilati vaginanya.Aku mencari
klitorisnya dan menghisapnya.Mbak
Linda menjerit tertahan dan menekan
belakang kepalaku,sehingga aku
semakin mencium bau wangi dari
vaginanya.Aku terus menjilati
klitorisnya itu,sampai akhirnya aku
merasakan cairan yang keluar dari
vagina mbak Linda.Tapi mbak Linda
sendiri belum keluar.Sementara
punyaku sendiri sudah semakin
tegang.Aku segera merubah posisiku
dan menyodorkan penisku kemulut
mbak Linda.Mbak Linda membuka
mulutnya dan melahap penisku dan
menghisap penisku dengan sangat
bernafsu.Aku menyadari nafsu seks
mbak Linda sangat tinggi.Tapi aku
yakin bisa memuaskannya.
Akhirnya kusuruh mbak Linda
telentang.Diapun menurut untuk
telentang dan membuka kakinya
lebar-lebar.Akupun segera mengatur
posisiku untuk mengarahkan penisku
kedalam lubang kemaluannya.Tapi
sebelum aku memasukkannya,Yuni
dan shinta mendekat dan berkata,
“Andrie…sebentar dulu..”kata Shinta.
Tanpa menunggu jawabanku dia
langsung memegang penisku dan
memasukkan kedalam mulutnya lalu
menghisapnya. Setelah itu giliran Yuni
yang menghisap penisku.Aku melihat
mbak Linda sudah nggak sabaran
untuk merasakan penisku.Akhirnya
setelah Yuni menghisap penisku,dia
membimbing penisku dan mengarah
kan ke lubang vagina
kakaknya.Setelah posisinya pas,aku
segera menekan pantatku perlahan-
lahan.
Terdengar desahan dan jerita kecil
keluar dari mulut mbak
Linda.Rupanya lubang vagina mbak
Linda masih sempit seperti punya
adik-adiknya.Aku sangat senang
sekali.Aku segera menaik-turunkan
pantatku ke vagina mbak
Linda.Jeritan dan desahan nafas
mbak Linda makin keras.Aku tidak
peduli dan terus saja menggenjot
dan menaik turunkan pantatku.Sama
seperti vagina adik-adiknya,vagina
mbak Linda seperti meremas-remas
penisku.
Aku sudah hampir keluar,tapi aku
berusaha bertahan selama
mungkin.Dan kuperhatikan mbak
Linda hampir mencapai puncak
orgasmenya.
“…akh…akh..akh..terus andrie..akh…
aku sudah mau keluar nih…
akh..,”katanya terus menceracau.
” Aahh aku juga mau keluar
mbak…”kataku sambil meremas dan
menghisap payudaranya.
Akhirnya aku merasakan cairan
hangat membasahi penisku.
“Ahh…Andriee..mbak sudah
keluar…”kata mbak Linda.Rupanya dia
sudah keluar.Bersamaan dengan itu
akupun merasa sudah nggak kuat
lagi.
“Mbak…akhu…jugha..mau keluar…
h..”kataku dengan suara agak parau.
Akhirnya spermaku tumpah
membasahi vaginanya.Aku
tertelungkup lemas diatas tubuh
mbak LInda.Kulihat Shinta dan Yuni
tersenyum menatapku.Aku lalu
mencabut penisku dari lubang vagina
mbak Linda dan tidur menelentang.
Shinta dan Yuni segera mendekatkan
melutnya dan kembali menghisap
penisku bergantian.Begitu juga
dengan mbak Linda bangun untuk
menghisap penisku
bergantian.Akhirnya kami kembali
rebahan.Mbak Linda disebelah
kananku,Shinta disebelah
kiriku,sementara Yuni dengan
manjanya telungkup diatas
tubuhku.Kami sama-sama menarik
nafas panjang.Sementara tanganku
kembali bergerilya seperti tadi
meraba seluruh tubuh kakak-adik itu
dan meremas-remas payudara
mereka bergantian.Kadang-kadang
mereka juga bangun sebentar hanya
untuk menghisap penisku.Kami sama-
sama terbaring lemas.
Tak lama Shinta membuka
pembicaraan,
“Wah…Andrie…kamu memang kuat
bisa mengalahkan mbak
Linda.penismu juga besar dan kuat
lho Andrie.”
Aku hanya tersenyum saja dan
meremas payudara Shinta dengan
lembut dan memainkan puting
payudaranya dengan ujung jariku.
“Baru kali ini aku merasa puas kalo
main gini Ndrie..”kata mbak Linda.
Aku hanya tersenyum saja
mendengar pujian mereka dan
tanganku semakin nakal dengan
memasukkan jariku kelubang vagina
mbak Linda.
“Aww…Andrie…tanganmu nakal..aku
lagi capek nih…”kata mbak Linda
manja.
Aku lalu berkata,”Wah…
Yuni,Shinta,mbak Linda,kayaknya kita
harus berpakaian nih sebelum ibumu
datang.”
Yuni segera menjawab,
“Nggak apa-apa kok Andrie.Kalau ibu
datang dan melihat kita begini nggak
bakalan marah kok…ya kan
mbak?”kata Yuni sambil bertanya
pada kakaknya.
Kedua kakaknya tersenyum saja dan
Shinta berkata,
“Kalau kamu mau,kamu juga boleh
main sama ibu Andrie…”
“Iya…ibu pasti senang sekali ya kan
mbak Linda?”tanya Yuni sama mbak
Linda.
Mbak Linda menganggukkan
kepalanya.Sekarang aku sudah mulai
tenang.Sekarang tenagaku sudah
mulai pulih.Lama kami terdiam,tapi
tanganku tetap tidak bisa diam dan
selalu menggerayangi tubuh
ketiganya.Tapi mungkin karena
kecapean,mereka bertiga cuma diam
saja ketika tanganku menggerayangi
tubuhnya,walaupun jari tengahku
mengorek-ngorek vaginanya.
Tiba-tiba terdengar suara dari luar,
“Shinta,Yuni..kalian dimana?”
Rupanya ibunya sudah datang.
“Kami disini Bu…”sahut Yuni.
Lalu Yuni berkata padaku,
“Ayo Andrie…kamu boleh coba
ibuku..katanya tersenyum.
Aku cuma mengangguk saja dan
sekarang tenagaku sudah benar-
benar pulih lagi.

Tak lama kemudian ibunya Yuni
sampai di kamar dan terkejut,
“hai…kalian lagi ngapain?”katanya
sambil menutup mulutnya.
Ibunya Yuni masih melotot tidak
percaya menatapku.Setelah dekat
tanganku langsung memeluk ibu Yuni
dan langsung meremas-remas
payudaranya.Sementara itu dia masih
setengah tidak percaya,tapi dia
membiarkan tanganku meremas-
remas payudaranya.Sambil berdiri
aku menciumi bibirnya dan sekarang
dia mulai membalas ciumanku.Aku
tidak menduga ciuman ibunya ganas
juga.Sementara tanganku masih
terus meremas-remas
payudaranya.Aku segera melucuti
pakaiannya satu demi satu.Kulihat dia
sekarang sudah bisa tersenyum dan
berkata,
“Linda,Shinta,Yuni…kalian bear-benar
nakalya…?tapi kalian baik juga mau
mengajak ibu main sama Andrie.”
Linda,Shinta dan Yuni hanya
tersenyum saja dan berkata,
“ya Bu..jangan malu-malu ya…ya…
penis Andrie enak lho Bu…”
Setelah pakaian luarnya
kulucuti,hingga hanya tinggal BH dan
CD aja.Tanganku masih saja
meremas-remas payudaranya.Nafas
ibu Yuni mulai naik turun.Dia
membiarkan saja apapun yang
kulakukan pada tubuhnya dan
menikmatinya.Aku mulai melepaskan
BH nya dan aku kaget juga payudara
dia masih kencang,putih dan montok
dan besarnya hampir sama dengan
payudara mbak Linda.Aku segera
menyerbu payudaranya dengan
ciuman-ciumanku.Aku menghisap
puting payudaranya sambil berdiri.
Dia hanya merintih-rintih saja.Aku
meremas-remas pantatnya yang
montok,sementara mulutku tidak
berhenti menghisap puting
payudaranya kiri kanan.Setelah puas
dibagian payudara,ciumanku
kulanjutkan ke bawah.Ciumanku
kuarahkan ke pahanya yang putih
mulus dan terus naik
keselangkangannya.Aku melepaskan
CD nya sehingga dia tidak
mengenakan apa-apa lagi,bugil
seperti aku dan anak-anak tirinya.
Aku lalu menjilati vaginanya.Sambil
berdiri, dia membuka kakinya agar
mulutku leluasa menjilati
vaginanya.Sementara tangannya
menekan belakang kepalaku.Aku
terus saja menghisap klitorisnya. Dia
menjerit-jerit kecil dan kakinya
kulihat agak gemetaran. Setelah puas
menjilati vaginanya,aku lalu
menekan tubuhnya supaya duduk
jongkok menghadapku.Dia mengerti
dan langsung saja mulutnya melumat
penisku.Aku merasa sangat
enak.Kayaknya Dia lebih
berpengalaman dalam hal menjilat
penis.Dia terus saja menghisap
penisku dengan penuh semangat.
Akhirnya aku sudah tidak tahan
lagi,aku lalu menyuruhnya
membelakangiku.Aku lalu mengatur
posisi dan mengarahkan penisku ke
lubang vaginanya dari belakang dan
menekannya pelan-pelan.Dia
menjerit tertahan.Tapi aku tidak
peduli. sementara Linda,Shinta dan
Yuni hanya menonton dengan
bersemangat dari samping.Aku
menggoyang pantatku maju mundur
sambil berdiri.Tangan kirinya kutarik
kebelakang dan tangan kananku
meremas-remas payudaranya yang
sebelah kanan.Dia kembali menjerit-
jerit dengan desahan nafasnya yang
memburu.
“Andrie…kamu…punyamu sangat
enakh…akh…akh..”katanya
menceracau.
Aku semakin bersemangat
mendengar rintihannya.Lalu aku
menarik tangan kanannya sehingga
kedua tangannya kutarik
kebelakang.Sementara pantatku
tetap maju mundur menggoyang
pantatnya.payudaranya yang besar
terus saja bergoyang-goyang ke
bawah.
Aku lalu merubah posisi dan
menyuruhnya telentang.Dengan
nafas memburu dia menurut saja dan
telentang dengan membuka kakinya
lebar-lebar.Aku segera mengarahkan
penisku ke vaginanya. Penisku pun
segera menusuk vaginanya dan
pantatku naik turun menghujam
vaginanya.vaginanya tidak kalah
rasanya dibandingkan vagina anak-
anaknya. Masih menggigit dan
meremas-remas penisku. Nafaskupun
semakin cepat seperti nafasnya.
Sementara penisku menusuk-nusuk
vaginanya,aku selalu menghisap
payudaranya bergantian Sekitar
hampir satu jam kami main,sampai
akhirnya dia berkata,
“Andrie…ahh…penismu sangat
enakh…kuat…lubang vaginau jadi
penuh oleh penismu…ahh…ahhh..terus
sayang..aku sudah hampir
keluarhh..ahh..ahhh..”
Dan tak berapa lama akupun segera
merasakan penisku jadi hangat
karena cairan dari vaginanya sebagai
tanda dia sudah sampai puncak
orgasmenya.Badannya yang tegang
tadi mulai lemas.Aku masih saja
menggenjot vaginanya dan akhirnya
akupun merasakan sesuatu yang
hendak keluar.penisku kubenamkan
dalam-dalam kedalam vaginanya.Dan
spermaku pun keluar membasahi
liang vaginanya.Aku tertelungkup
lemas dengan nafas tidak beraturan.
Dia juga begitu lemas dan nafasnya
juga tidak beraturan.Aku lalu
mencabut penisku dari vaginanya
dan telentang sambil menarik nafas
panjang.Aku memejamkan
mataku.Walaupun sudah keluar tapi
penisku masih ngaceng.Mbak
Linda,shinta dan Yuni mendekat dan
mereka bergantian menghisap
penisku dan menelan sisa-sisa
spermaku.Aku merasakan nikmatnya
hisapan mereka bergantian.
Mereka bertiga akhirnya merebahkan
badannyadisampingku.Lama kami
terdiam karena kelelahan.Akhirnya
Yuni berkata,
“Gimana Bu..?Enakkan penisnya
Andrie..?”
Ibunya berkata,”Wah..Andrie…kamu
memang luar biasa.penismu
besar,kuat…wah…enak sekali…”
Aku menjawab,”Kalian juga sangat
enak sekali.vagina kalian terasa
meremas-remas penisku.Aku juga
sangat suka dengan payudara kalian
yang montok-montok ini.”kataku
sambil meremas-remas payudara
mereka bergantian.
Akhirnya aku tidak diperbolehkan
pulang dan harus menginap malam
itu.Kami kembali main bergantian.Aku
kembali main sama mbak
Linda,Shinta ,Yuni dan
ibunya.Sungguh aku merasa sangat
terpuaskan saat itu.Aku bisa
menikmati tubuh mereka,tubuh
kakak Yuni,tubuhnya sendiri dan
tubuh ibunya.Aduh sangat enak
sekali.Apalagi kulit tubuh mereka
putih semua,maklum karena mereka
adalah orang cina turunan.Apalagi
payudara mereka sangat montok dan
vaginanya juga bisa memijit-mijit
penisku.
Setelah hari itu,tiap kali aku main ke
sana,kalau baru sampai di rumah
Yuni,aku selalu meremas-remas
payudara mereka bergantian.Kadang-
kadang aku langsung melucuti
pakaian mereka dan langsung
menghisap payudara mereka
bergantian.mereka pun sangat
senang dengan caraku waktu aku
datang itu.Kadang-kadang kalau baru
datang,aku langsung membuka
celanaku dan menyodorkan penisku
kedalam mulut Yuni,Shinta ibunya
atau mbak Linda.Mereka pun sangat
senang sekali.Sehingga tiap kali aku
datang kesana pasti main dengan
mereka bergantian.
Kadang-kadang Yuni,Shinta,mbak
Linda atau ibunya juga
memperkenalkan aku dengan teman-
temannya dan akupun sering juga
main dengan teman-teman
mereka.Aku bilang pada
mereka,kalau mau mengundang
teman untuk main harus yang
bersih.Rata-rata teman-teman
mereka itu adalah wanita yang tidak
bisa dipuaskan oleh suaminya.Ada
salah satu temannya yang mau
memberiku bayaran,tapi aku
menolaknya karena aku
melakukannya dengan suka sama
suka.Karena aku sangat suka seks.

Home
1 | 18 | 17670
© 2010 Cerita Kita




Home
Cerita-XXX
Cerita Stim
Cerita Erotis
Sumber Cerita
Thai Stories


© 2009 - 2014 CeritaKita-X
Cerita mesum dan Artikel seks