watch sexy videos at nza-vids!

Situs Cerita Sex Dewasa




Blue Film

Sebelumnya aku minta maaf bahwa VCD Gairah Malam urung untuk dijual di pasaran karena beberapa alasan tertentu. Sebagai gantinya aku akan membuat VCD baru lagi yang mana sampai cerita ini selesai dibuat aku belum mendapatkan pemeran yang sesuai dengan ciri-ciri yang ada. Mungkin ada pembaca yang bersedia membantuku. Termasuk membantu dalam hal pembiayaan. Begini ceritanya.

*****

Tokoh dalam cerita ini antara lain:

1. Rendy (26 tahun/47 kg/158 cm/36/Kulit putih mulus khas orang Indo, Rambut berombak, pendek, coklat)
2. Yuli (23 tahun/46 kg/162 cm/36/Kulit sawo matang khas pribumi Jawa, Rambut lurus, panjang, kuning)
3. Cicilia (23 tahun/49 cm/170 cm/36/Kulit kuning langsat khas Cina, Rambut lurus, cepak, merah)

*****

Byuur.

Rendy terbangun dari tidurnya. Dia berdiri dan melihat ke luar melalui jendela. Seseorang sedang berenang di kolam renang. Ternyata Cicilia. Rendy lalu keluar dari kamarnya. Dipinggir kolam renang dia melepas semua pakaiannya termasuk pakaian dalamnya. Sementara Cicilia masih asyik berenang tanpa menyadari kalau ada Rendy di tepi kolam renang.

Rendy langsung turun ke kolam dalam keadaan telanjang bulat. Cicilia baru sadar waktu itu. Dia berhenti berenang dan melepas baju renangnya. Baru turun sampai di pinggang, Rendy sudah berdiri di depannya dan mencium bibirnya. Kedua tubuh mereka berada didalam air sampai sebatas leher. Dibalasnya ciuman Rendy dengan ciuman pula. Mereka berdua saling berjilat lidah. Kedua tangan Cicilia membelai kedua payudara Rendy. Lalu Rendy menyelam dan menghisap payudara kanan Cicilia. Kedua tangannya melepas pakaian renang Cicilia yang belum sempat terlepas.

Setelah itu Rendy naik lagi ke permukaan dan berenang ke tempat yang agak dangkal. Dia duduk disana. Air di tempat itu hanya sebatas pinggang. Cicilia menghampirinya. Tangan kirinya membelai paha kanan Rendy. Sedangkan tangan kanan Rendy membelai payudara kiri Cicilia. Tangan kanan Rendy turun ke bawah. Jari tengahnya masuk ke vagina Cicilia dan dikocoknya vagina Cicilia. Tangan kiri Cicilia membelai rambut Rendy yang basah dan menyodorkan payudara kanannya ke mulut Rendy. Rendy langsung menghisap payudara kanan Cicilia.

Tangan kiri Cicilia kembali membelai paha kanan Rendy. Jari tengah tangan kanan Rendy semakin hebat dalam mengocok vagina Cicilia. Cicilia mengangkat kaki kirinya ke tempat yang sejajar dengan tempat Rendy duduk dan ditumpangkannya paha kanan Rendy ke paha kirinya. Dirapatkannya tubuhnya yang membuat kedua payudaranya bergesekan dengan kedua payudara Rendy. Mereka berdua juga saling berciuman dan tidak lupa berjilat lidah.

Rupanya Rendy sudah puas dengan mengocok vagina Cicilia. Dia lalu merebahkan tubuhnya. Cicilia tahu hal itu. Dia lalu naik ke tempat Rendy dan didudukinya Rendy dengan posisi vaginanya tepat diatas mulut Rendy. Rendy menghisap vagina Cicilia dengan lidahnya. Cicilia menaik turunkan pantatnya. Kedua tangannya meremas sendiri kedua payudaranya. Terkadang tangan kanannya ke belakang dan mencari kedua payudara Rendy untuk diremasnya bergantian. Sedangkan tangan kirinya berpegangan pada sebuah tiang di tepi kolam renang itu.

Cicilia akhirnya merasa kelelahan dengan posisi itu. Dia lalu berdiri yang diikuti oleh Rendy. Tangan kanan Rendy membelai punggung Cicilia yang masih basah. Cicilia berbalik dan mereka berdua kembali berciuman dan menggesekkan kedua payudara mereka. Kedua tangan mereka saling membelai bagian tubuh yang masih basah.

Lalu Rendy merebahkan tubuhnya ke atas handuk besar di tepi kolam renang itu. Kedua kakinya ditekuk dan dikangkangkan. Cicilia tahu maksudnya. Kini giliran dia menghisap vagina Rendy dengan lidahnya. Lama sekali Cicilia dalam menghisap vagina Rendy. Kedua tangannya bergantian meremas payudara Rendy yang kedua tangannya juga meremas payudaranya sendiri bergantian.

Sambil tetap menghisap vagina Rendy dengan lidahnya, Cicilia mengambil dildo pada meja kecil di samping tubuhnya. Dia lalu berhenti menghisap vagina Rendy. Dimasukkannya dildo itu ke vagina Rendy pelan-pelan dengan tangan kanannya. Dikeluarkannya lagi. Dimasukkan lagi. Dikeluarkan lagi. Akhirnya dildo itu keluar masuk vagina Rendy dan semakin lama semakin cepat keluarmasuknya.

Dia lalu duduk di samping kanan Rendy dengan kedua kaki ditekuk ke bawah dan mengangkang. Dia mengambil sebuah dildo lagi dan dimasukkannya ke vaginanya sendiri dengan tangan kirinya sambil tetap mengocok vagina Rendy. Dihisapnya juga payudara kanan Rendy yang tangan kanannya membelai payudara kiri Cicilia. Mereka berdua kadang juga saling berjilatan lidah.

Selama beberapa menit dildo di tangan kanan Cicilia mengocok vagina Rendy dan dildo di tangan kirinya mengocok vaginanya sendiri. Akhirnya kedua tangan Cicilia tidak kuat lagi dan Cicilia terjatuh tidur tepat di samping Rendy dengan dildo masih berada di vagina masing-masing.

*****

Cicilia tengah duduk di atas meja. Yuli menghampirinya dan jongkok di depan Cicilia duduk. Diraihnya kaki kiri Cicilia dan dijilatinya jari-jari kaki kiri dengan lidahnya. Lalu ganti kanan Cicilia yang diraihnya dan dijilatinya jari-jarinya. Dibelai-belainya juga betis Cicilia yang ditumbuhi bulu-bulu halus.

Kemudian Yuli duduk dan kaki kanan Cicilia ditumpangkan ke paha kanannya. Cicilia lalu membelai paha kanan Yuli dengan kaki kanannya setelah sebelumnya menggeser ke atas daster yang dipakai Yuli dengan kakinya juga.

Kaki Cicilia semakin naik ke atas dan jari-jari kakinya diturunkannya tali daster tanpa lengan di kedua pundak Yuli. Daster tersebut turun ke bawah yang membuat kedua payudara Yuli terbuka. Cicilia lalu membelai kedua payudara Yuli dengan kedua kakinya.

Yuli menghindar dan melepaskan dasternya. Dia lalu merebahkan tubuhnya. Kedua kakinya diangkat dan salah satunya menarik retsluiting baju yang dipakai Cicilia. Ditariknya ke bawah. Kedua payudara Cicilia kini terbuka dan kedua kaki Yuli membuka baju Cicilia dibantu dengan kedua tangan Cicilia. Kemudian kedua kaki Yuli membelai kedua payudara Cicilia.

Yuli lalu berdiri. Begitu juga dengan Cicilia. Cicilia melepas rok yang dipakainya dibantu oleh Yuli yang membuat kedua payudara mereka saling bergesekan. Setelah rok yang dipakai Cicilia lepas, mereka berdua saling menggesek kedua paha mereka sambil berpelukan dan saling tersenyum.

Cicilia kemudian naik ke atas tempat tidur dan merebahkan tubuhnya. Yuli mengikutinya dan tubuhnya menggesek tubuh Cicilia dengan niat untuk menduduki kepala Cicilia. Ketika payudara kirinya menggesek kepala Cicilia, Cicilia langsung menghisapnya. Beberapa saat kemudian Yuli berhasil duduk di kepala Cicilia dan vaginanya langsung diposisikan ke mulut Cicilia yang langsung menghisapnya dengan lidahnya.

Lalu mereka berdua duduk berhadap-hadapan dengan menyelonjorkan kedua kaki mereka masing-masing. Kedua tangan mereka berdua bertumpu kebelakang dan kedua kaki mereka bersilangan saling membelai kedua payudara mereka berdua. Mereka berdua juga saling menjilati jari-jari kaki mereka. Agak lama mereka berdua melakukan itu sampai kedua kaki mereka sudah saling menjepit tubuh.

Kedua vagina mereka saling bergesekan. Yuli mengambil dildo dari bawah bantal. Dildo dua kepala. Dia memasukkan salah satu ujungnya ke vaginanya dan ujung yang satunya dimasukkan sendiri oleh Cicilia. Mereka berdua saling mendorong pantat selama beberapa saat. Sampai mereka berdua terjatuh tidur dengan kedua kaki saling menyilang dan dildo dua kepala masih berada di vagina masing-masing.

*****

Rendy masuk ke sebuah kamar. Dia hanya memakai bra dan celana dalam saja. Di kamar itu sudah ada Yuli yang duduk di atas meja juga hanya memakai bra dan celana dalam.

Rendy menjilati bagian payudara kiri Yuli yang tidak tertutupi bra sambil membuka ikatan belakang bra yang dipakai Yuli. Belum sampai bra yang dipakai Yuli terlepas, Yuli sudah membuka bra yang dipakai Rendy dengan menurunkan tali bra yang ada di kedua pundaknya. Kedua payudara Rendy terbuka dan dijilatinya payudara kanan Rendy sambil melepas ikatan belakang bra yang dipakai Rendy.

Dibalikkannya tubuh Rendy dan dari samping kanan dijilatinya leher Rendy sambil tangan kanannya masuk ke celana dalam Rendy dan membelai vagina Rendy. Tangan kirinya meremas payudara kiri Rendy. Dari samping kanan dia menjilati payudara kanan Rendy sambil kedua tangannya melepas celana dalam yang dipakai Rendy.

Didorongnya dengan lembut tubuh Rendy ke depan. Rendy membalikkan tubuhnya. Dilihatnya Yuli melepaskan bra dan celana yang dipakainya sendiri. Lalu dibimbingnya Rendy untuk duduk di atas lantai. Rendy duduk bersila. Dari belakang Yuli menuangkan breast oil ke kedua payudara Rendy.

Dituangkannya juga ke kedua payudaranya sendiri. Masih dari belakang dia meratakan breast oil ke kedua payudara Rendy dengan meremas-remas kedua payudara Rendy.

Dia lalu duduk di hadapan Rendy dengan mengangkangkan kedua kakinya sehingga posisi duduk Rendy berada di antara kedua kaki Yuli. Kedua tangan Yuli bergerak meratakan breast oil ke tubuh Rendy. Diremas-remasnya kedua payudara Rendy yang membuat kedua tangan Rendy ke belakang untuk menyangga tubuhnya. Kedua kakinya ditumpangkan ke paha kanan Yuli.

Mereka berdua saling meratakan breast oil ke tubuh mereka. Dibimbingnya kembali Rendy untuk berdiri. Setelah mereka berdua berdiri, mereka berdua saling meremas-remas kedua payudara. Rendy meremas kedua payudara Yuli dan Yuli juga meremas kedua payudara Rendy. Tubuh bagian bawah leher mereka berdua rata dengan breast oil.

Mereka berdua berpelukan dan saling menggesekkan kedua payudara mereka. Tidak lupa juga mereka saling berciuman dan berjilatan lidah. Kemudian Yuli melepaskan pelukan Rendy. Dia mengambil lap di sebuah laci. Dirasakannya ada yang menggesek punggungnya. Rupanya Rendy menggesekkan kedua payudaranya ke punggung Yuli sambil meremas kedua payudara Yuli dari belakang.

Diambilnya lap yang dipegang Yuli. Dia lalu mengelap tubuh Yuli sampai bersih dari breast oil. Setelah bersih diserahkannya lap itu ke Yuli dan Yuli tahu diri dengan ganti mengelap tubuh Rendy sampai bersih dari breast oil. Yuli lalu melemparkan lap itu ke atas dan langsung memeluk Rendy. Kembali kedua payudara merak saling bergesekan.

Yuli menurunkan tubuhnya ke bawah. Dia setengah berdiri dengan bertumpu pada lututnya dan menghisap payudara kiri Rendy. Rendy ikut menurunkan tubuhnya dan mencium bibir Yuli. Kembali mereka saling berperang lidah didalam mulut mereka. Kedua payudara mereka saling bersentuhan. Kedua tangan mereka berdua saling membelai lengan tangan.

Kembali Yuli berdiri. Berlawanan dengan Rendy. Dia malah duduk dan mengangkangkan kedua kaki Yuli. Dihisapnya vagina Yuli dengan lidahnya. Yuli membungkukkan tubuhnya. Kedua tangannya bertumpu pada lantai. Kaki kirinya mencari vagina Rendy untuk dibelainya dengan jari-jari kakinya.

Lalu Rendy merebahkan tubuhnya. Sedangkan Yuli menempelkan vaginanya ke puting payudara kiri Rendy dan digesek-geseknya. Dia sedikit mengangkat tubuhnya dan menempelkan vaginanya ke puting payudara kanan Rendy. Kedua tangan Rendy meremas kedua payudara Yuli yang bergoyang-goyang seiring dengan dia menggesek kedua payudara Rendy dengan vaginanya bergantian.

Akhirnya Yuli kelelahan dan menjatuhkan tubuhnya ke atas tubuh Rendy. Kedua payudara mereka saling menempel. Mereka berpelukan dan berguling-guling di atas lantai sambil saling meremas kedua payudara.

Cicilia merasakan dia sedang dikejar-kejar oleh sesuatu yang tidak dia ketahui. Dia berlari mencari pintu di lorong panjang itu. Semua pintu itu terkunci. Akhirnya dia menemukan pintu yang tidak terkunci. Dia masuk ke dalam. Dia terkejut. Dilihatnya dua orang cewek sedang berpelukan dalam keadaan telanjang. Mereka berdua juga terkejut dan melihat Cicilia.

Salah satunya yang bernama Yuli mendekati Cicilia. Ditariknya tangan Cicilia. Dinaikkannya Cicilia ke atas tempat tidur. Cicilia hanya bisa menurut. Di tempat tidur sudah ada cewek satunya lagi yang bernama Rendy. Direbahkannya tubuh Cicilia. Rendy membentangkan kedua tangan Cicilia kesamping kanan dan kiri dan diciumnya bibir Cicilia dari arah atas. Sedangkan Yuli yang duduk di atas lantai tepi tempat tidur melepas celana panjang dan celana dalam Cicilia. Dia lalu menghisap vagina Cicilia dengan lidahnya.

Rendy mendudukkan Cicilia dan mengangkat kaos yang dipakai Cicilia. Yuli naik ke atas tempat tempat tidur. Kali ini Cicilia sudah mulai aktif. Setelah kaosnya terlepas dia menghisap payudara kanan Yuli dengan posisi menungging. Sedangkan Rendy menjilati pantat Cicilia. Jari tengan tangan kanannya mengocok vagina Cicilia dari bawah tubuh Cicilia.

Cicilia sudah puas dengan menghisap payudara kanan Yuli. Dia membalikkan tubuhnya. Rendy terhenti kegiatannya mengocok vagina Cicilia dengan jari tengah tangan kanannya. Dia duduk dan bersandar pada dinding ruang itu. Kedua kakinya mengangkang. Cicilia lalu menghisap vagina Rendy sambil membuka bra yang masih dipakainya. Sedangkan Yuli berciuman dengan Rendy sambil tangan kanannya membelai kedua payudara Rendy bergantian.

Lama sekali Cicilia menghisap vagina Rendy dengan lidahnya. Membuat Yuli tidak sabar. Dia ikut menungging di samping kiri Cicilia dan berebutan dengan Cicilia dalam menghisap vagina Rendy dengan lidahnya. Keduanya serentak menarik kaki Rendy supaya Rendy rebah di tempat tidur. Lalu tangan kanan Cicilia meremas-remas payudara kiri Rendy sambil masih menghisap vagina Rendy dengan lidahnya. Sementara tangan kiri Yuli juga meremas payudara kanan Rendy sambil masih juga menghisap vagina Rendy dengan lidahnya.

Mulut Cicilia dan Yuli serentak naik ke atas. Tangan kanan Cicilia merentangkan tangan kiri Rendy ke atas dan tetap memegangnya. Dihisapnya payudara kiri Rendy. Sedangkan tangan kiri Yuli merentangkan tangan kanan Rendy ke atas dan tetap memegangnya. Dihisapnya juga payudara kanan Rendy sambil jari tengan tangan kanannya bersama sama dengan jari tengah tangan kiri Cicilia mengocok vagina Rendy.

Yuli lalu turun dari tempat tidur dan duduk di sebuah kursi plastik. Cicilia ikut turun menghampirinya. Dia duduk di atas lantai di depan Yuli dan mengangkangkan kaki Yuli. Dihisapnya vagina Yuli dengan lidahnya. Rendy ikut turun juga dan dari samping kanan tubuh Yuli tangan kirinya menyangga tubuh Yuli yang mau jatuh karena ulah Cicilia. Kedua payudaranya menempel di payudara kanan Yuli dan bergesekan.

Yuli dan kursinya tetap jatuh meskipun telah disangga. Untunglah lantainya berlapiskan karpet tebal sehingga Yuli tidak merasakan sakit. Cicilia yang terlepas hisapannya tetap melanjutkan menghisap vagina Yuli dengan lidahnya. Yuli mengangkat kaki kirinya sendiri ke atas. Sedangkan Rendy yang ikut jatuh posisi mulutnya tepat di payudara kanan Yuli. Dihisapnya langsung payudara kanan Yuli sambil tangan kanannya meremas payudara kiri Yuli.

Rendy kemudian pindah ke belakang Cicilia. Agak dibukanya kedua kaki Cicilia dan sambil telentang dari bawah dia menghisap vagina Cicilia dengan lidahnya. Sedangkan Yuli melepaskan diri dari hisapan Cicilia dan tengkurap di atas tubuh Rendy. Dia ikut menghisap vagina Cicilia dengan lidahnya. Cicilia sendiri supaya mempermudah Rendy dan Yuli lalu menaikturunkan pantatnya.

Cicilia lalu berdiri dan mengambil kursi yang tadi diduduki Yuli. Dia duduk di kursi itu. Yuli mengikutinya dan mencium bibir Cicilia. Rendy dari sela-sela tubuh Cicilia dan Yuli menghisap payudara kanan Yuli. Tangan kanan Cicilia membelai punggung Yuli. Sedangkan tangan kiri Yuli membelai paha kanan Cicilia. Mulut Rendy turun ke bawah dan mengangkangkan kedua kaki Yuli. Dihisapnya vagina Yuli dengan lidahnya. Cicilia tidak mau kalah. Dia beranjak dari kursi dan menghisap anus Yuli dengan lidahnya.

Dibelai-belainya pantat Yuli sambil tetap menghisap anus Yuli dengan lidahnya. Rendy naik ke atas dan duduk di kursi. Dihisapnya payudara kanan Yuli. Sedangkan tangan kirinya menuntun tangan kanan Yuli untuk membelai vaginanya. Yuli tidak hanya membelai. Dia mengocok vagina Rendy dengan jari tangan tangan kanannya.

Kali ini giliran Rendy yang terjatuh setengah tengkurap. Dia ditindihi oleh Yuli yang tangan kanannya meremas payudara kanan Rendy. Rendy memegangi tangan Yuli supaya Yuli tidak melepaskan remasannya. Kedua payudara Yuli menempel di punggung Rendy. Cicilia ikut menindihi tubuh mereka berdua. Kedua payudaranya juga menempel di punggung Yuli. Tangan kanannya membelai payudara kanan Yuli.

Rendy tidak kuat menahan beban kedua tubuh lawan mainnya. Dia mengangkat tubuhnya sekuat tenaga dan bertumpu pada kedua tangan dan lututnya. Yuli dan Cicilia tahu diri. Cicilia berdiri. Sedangkan Yuli sambil duduk mau menghisap vagina Rendy dengan lidahnya dari belakang. Cicilia duduk dan menahan supaya Yuli tidak menghisap Vagina Rendy. Yuli hanya bisa membelai vagina Rendy dengan kedua tangannya. Sementara mulutnya sudah disambar mulut Cicilia dari belakang. Kedua tangan Cicilia meremas kedua payudara Yuli dari belakang.

Cicilia lalu merebahkan tubuhnya dan mengangkangkan kedua kakinya. Posisi itu membuat Yuli tidak jadi menghisap vagina Rendy. Dia menindihi tubuh Cicilia dan menggesekkan vaginanya ke vagina Cicilia. Rendy sendiri membelai pantat Yuli dan menghisap anus Yuli dengan lidahnya. Yuli menurunkan tubuhnya. Kini dia yang menghisap vagina Cicilia dengan lidahnya. Sementara Rendy menjilati leher Cicilia sambil tangan kanannya meremas payudara kiri Cicilia.

Cicilia mengangkat tubuhnya dan bertumpu ke belakang pada kedua tangannya. Rendy yang juga duduk membelai vagina Cicilia dengan tangan kirinya sambil dia berjilatan lidah dengan Yuli yang duduk di belakangnya. Hanya sebentar Yuli duduk di belakang Rendy. Dia lalu merebahkan tubuhnya dan menarik tangan Rendy. Mereka berdua saling menghisap vagina dengan lidahnya pada posisi 69. Yuli di bawah dan Rendy di atas. Sedangkan Cicilia di atas tubuh Rendy dan menghisap anus Rendy dengan lidahnya.

Akhirnya mereka bertiga mengakhiri permainan dengan berpelukan. Cicilia yang tidur miring memeluk Yuli dari belakang. Tangan kanan Yuli meremas payudaranya sendiri. Sedangkan jari tengah tangan kanan Cicilia mengocok vagina Yuli dari bawah paha kanan Yuli yang ditumpangkan ke paha kanan Cicilia. Rendy memeluk Cicilia dari belakang. Jari tengah tangan kanan Rendy yang terjepit di antara paha kanan Yuli dan paha kanan Cicilia mengocok vagina Cicilia.

*****

Yuli sedang tidur di sebuah kamar. Dia tidak mengenakan pakaian apapun dalam tidurnya itu. Tubuhnya hanya ditutupi sebuah selimut. Rendy dan Cicilia masuk ke kamar tersebut dengan saling tertawa tubuh mereka berdua juga dalam keadaan telanjang bulat.

Mereka berdua membuka selimut yang menutupi tubuh Yuli. Lalu mereka berdua berusaha membangunkan Yuli. Keduanya naik ke atas tempat tidur. Cicilia mengangkangkan kedua kaki Yuli dan duduk antaranya. Jari-jari kaki kanannya digesek-gesekkan ke payudara kanan Yuli. Sedangkan jari-jari kaki kirinya digesekkan ke vagina Yuli. Rendy melakukan hal sama. Dia duduk disamping kepala Yuli dan membelai mulut Yuli dengan kaki kanannya. Yang mereka berdua lakukan ternyata membuat Yuli terbangun. Dia mengangkat kedua kakinya dan ditekuk ke belakang.

Kemudian Yuli duduk. Jari-jari kaki kiri Cicilia masih menggesek vagina Yuli. Sedangkan jari-jari kaki kanannya menggesek vagina Rendy yang juga dihisap dengan lidah oleh Yuli yang membungkukkan tubuhnya. Yuli dan Rendy lalu merebahkan tubuhnya dan meremas sendiri kedua payudaranya bergantian. Vagina Yuli masih digesek jari-jari kaki kiri Cicilia. Vagina Rendy juga masih digesek jari-jari kaki kanan Cicilia.

Lalu Yuli dan Rendy secara bersamaan membalikkan tubuhnya dan menungging. Vagina mereka masih digesek jari-jari kedua kaki Cicilia. Keduanya juga saling berjilatan lidah. Tangan kanan Yuli membelai pantat Rendy. Diremas-remasnya juga pantat Rendy.

Rendy membalikkan tubuhnya kembali. Cicilia menghentikan aktivitas kakinya. Diposisikan vaginanya ke mulut Rendy yang langsung menghisap vagina Cicilia dengan lidahnya. Sementara Yuli juga menghisap vagina Cicilia dengan lidahnya. Tangan kirinya membelai vagina Rendy. Jari tengah tangan kirinya masuk ke vagina Rendy dan mengocoknya. Digeseknya payudara kirinya yang menempel ke pinggang Rendy.

Yuli tidak puas dalam menghisap vagina Cicilia. Dia lalu menghisap vagina Rendy dengan lidahnya. Cicilia juga tidak kalah. Dia mengatur tubuhnya supaya bisa menghisap vagina Yuli. Dia berhasil. Mereka bertiga saling menghisap vagina dengan lidahnya.

Beberapa saat kemudian Cicilia turun dari tempat tidur. Dia mengambil dildo dua kepala dan dildo satu kepala dari sebuah laci meja di kamar itu. Dia naik kembali ke atas tempat tidur. Yuli dan Rendy menungging dan saling membelakangi. Cicilia memasukkan salah satu ujung dildo dua kepala ke vagina Yuli dan satu ujung yang lain ke vagina Rendy.

Yuli dan Rendy saling mendorong pantatnya untuk mengeluarmasukkan dildo dua kepala tersebut. Sedangkan Cicilia asyik dengan dildo satu kepala yang dikeluarmasukkan ke vaginanya sendiri. Dia lalu mengikatkan dildo tersebut ke pinggangnya sehingga dia seolah-olah mempunyai penis. Dikeluarkannya dildo dua kepala dari vagina Rendy dan dimasukkannya dildo satu kepala ke vagina Rendy. Dikeluarmasukkan dildo satu kepala tersebut ke vagina Rendy. Dikocoknya vagina Rendy yang masih menungging dengan dildo tersebut.

Yuli mengeluarkan dildo dua kepala dan duduk di depan kepala Rendy dengan mengangkangkan kedua kakinya. Rendy otomatis menghisap vagina Yuli dengan lidahnya. Cicilia masih mengocok vagina Rendy dengan dildo dan sesekali kedua tangannya meremas pantat Rendy. Sedangkan kedua tangan Yuli menekan kepala Rendy agar Rendy semakin bersemangat dalam menghisap vagina Yuli dengan lidahnya.

Tangan kanan Cicilia membelai punggung Rendy. Dia akhirnya mencapai klimaks. Dia terjatuh disamping tubuh Rendy yang kemudian menghentikan aktivitasnya dalam menghisap vagina Yuli dengan lidahnya. Dia melepas dildo satu kepala yang terikat di pinggang Cicilia dan diikatkan ke pinggangnya sendiri.

Dia lalu menindih Cicilia dan memasukkan dildo satu kepala ke vagina Cicilia. Kedua payudara mereka saling menempel dan bergesekan. Cicilia meremas-remas sendiri kedua payudaranya dengan kedua tangannya. Sementara Yuli menjilati pantat Rendy dengan lidahnya. Rendy menaikkan sedikit tubuhnya supaya bisa berciuman dengan Cicilia. Kedua payudara mereka saling bersentuhan dan bergesekan.

Akhirnya mereka bertiga kelelahan dan tertidur Cicilia dan Rendy saling berpelukan dengan dildo satu kepala yang terikat di pinggang Rendy masih berada di vagina Cicilia. Sedangkan Yuli memeluk Cicilia dari belakang. Kedua payudaranya menempel di punggung Cicilia.

*****

Demikian ceritaku yang akan kubuat menjadi VCD. Aku kembali berharap ada kaum lesbian yang mau kulihat langsung percumbuannya dan kalau diijinkan bisa kurekam sebagai sebuah VCD porno dan disebarluaskan di pasaran. Terimakasih kepada Bu Tatik dan Bu Sus yang telah menanggapi cerita GAIRAH MALAM dan bersedia kulihat langsung percumbuannya meskipun aku tidak diijinkan untuk merekamnya.

E N D

1 | 1




Home
Cerita-XXX
Cerita Stim
Cerita Erotis
Sumber Cerita
Thai Stories


© 2009 - 2014 CeritaKita-X
Cerita mesum dan Artikel seks